Jumat, 16 Maret 2012

Lagu Indonesia yang Kontroversial

        Karya seorang penulis lagu mengandung pesan yang ingin disampaikan penulis lewat musik. Jenis pesannya pun bermacam-macam. Tidak seperti di dunia musik mancanegara, saat ini situasi industri musik di nusantara dikuasai oleh label besar yang, entah alasan apa, mengekang lirik-lirik kritikan pedas atau “idealis”. Kebebasan berekspresi di negeri ini masih terbilang terbatas. Hanya mereka yang mengambil gerakan bawah tanah yang masih bisa menyuarakan lirik-lirik “semau gue”. Namun, apabila menoleh ke belakang, kita dapat temukan karya anak bangsa yang mengundang banyak kecaman dari kalangan masyarakat awam sampai elit ulama, seperti yang terangkum di bawah ini.

1. Desi Ratnasari  (Takdir Memang Kejam)

          Mungkin sebagian orang masih ingat tentang kejadian yang pernah menimpa penyanyi wanita yang top di tahun 90an ini. Waktu itu, nama penyanyi solo ini melambung karena membawakan lagu berjudul Takdir Memang Kejam ciptaan Chossy Pratama. Lagu ini semula tidak bermasalah, sampai sebuah sinetron Takdir mengangkat lagu ini sebagai soundtracknya. 
        Seperti yang kita ketahui, semakin sering lagu tertentu didengarkan, bukan hanya orang dewasa, anak kecil pun pasti bisa menghapal dan bahkan menyanyikannya setiap saat. Hal inilah yang menyebabkan opini di tengah masyarakat waktu itu sebagai respon terhadap lagu tersebut bahwa apabila takdir itu kejam berarti Tuhan itu kejam. 
           Masyarakat pun resah, dan Majelis Ulama Indonesia, atas desakan masyarakat, memaksa Desi dan Chossy untuk mengubah judul lagu tersebut. Alhasil, mereka menggantinya menjadi Kasihku yang Hilang. Sayangnya, kami tidak menemukan video original lagu Takdir Memang Kejam, yang ada hanya Kasihku yang Hilang.

Silahkan klik di bawah ini, untuk melihat videon Kasihku yang Hilang.


2.      Julia Perez (Belah Duren)

 Anda pasti masih ingat dengan kontroversi yang terjadi pada penyanyi gagal nikah ini. Tahun 2008, di saat mulai meniti kariernya, penyanyi seksi ini malah mendapat banyak protes dari masyarakat. Pasalnya, album pertama bergenre dangdut ini memakai judul Kama Sutra yang dinilai masyarakat berbau porno. Selain itu, singel jagoan dalam album tersebut “Belah Duren” membuat citra penyanyi seksi ini menjadi sosok yang dapat memancing kontroversial di tengah masyarakat Indonesia yang dominan muslim ini. Tak cukup sampai di situ, dalam promo albumnya pun, Jupe malah membagi-bagikan kondom secara gratis. Hal tersebut menuai banyak protes dan dukungan dan menghentikan pemilik nama Yuli Rachmawati ini untuk melahirkan sensasi-sensasi “panasnya.” Jupeee Jupeee…ckckckckck.

Silahkan klik di bawah ini untuk melihat video klip Belah Duren.


3.      Sheila on 7 (Anugerah Terindah Yang Pernah Ku Miliki)
 
         Bisa dibilang, maraknya isu “penjiplakan” diawali oleh kasus lagu Anugerah Terindah Yang Pernah Ku Miliki dari Sheila On 7. Maka dari itu, lagu ini masuk dalam daftar lagu Indonesia Kontroversial versi uniknya.com.
          Sebelum maraknya kontroversi plagiatnya Ahmad Dhani, awal tahun 2000an Sheila On 7 pun menuai banyak kritikan dari masyarakat Indonesia bahwa lagu hits di dalam album yang penjualannya lebih dari 1 juta kopi tersebut diduga menjiplak lagu Father & Son ciptaan Cat Stevens yang waktu itu dipopularkan kembali oleh boyband asal Irlandia Boyzone.
         Sang pencipta lagu tersebut sekaligus gitaris band asal Surabaya ini Eros menyangkal bahwa ia tidak pernah mendengarkan lagu Father & Son tersebut. Namun, kenapa lagu ini masuk dalam daftar kontroversial, karena pada waktu itu lagu ini sempat menuai banyak kritikan dari masyarakat dan pelaku musik; selain itu, kejadian ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk lebih cerdas dalam menilai lagu-lagu karya anak bangsa. Karena sejak saat itu,  mulai bermunculan obrolan-obrolan di tengah-tengah masyarakat Indonesia tentang lagu-lagu popular Indonesia yang diduga “menjiplak” karya orang lain, mulai dari lagu-lagu jadul sampai lagu-lagu baru. Dan, masyarakat mulai mengetahui aturan tentang mana yang “plagiat” dan mana yang bukan dari sebuah lagu.


Silahkan klik di bawah ini untuk melihat video lagu Anugerah Terindah Yang Pernah Ku Miliki dari Sheila On 7.

 bandingkan dengan : Father & Son ciptaan cat stevents


4. peterpan ( tak bisakah kau menunggu ku )
     Saya  baru tahu dan baru mendengar lagu india yang berjudul ” Kya Mujhe Pyaar Hain” yang dinyanyikan oleh kay kay.ternyata lebih enak didengar. memang dari awal sampai akhir semuhanya 100% asli lagu peterpen yang berjudul  “tak bisakah “. terrnyata di india sendiri lagiu tersebut menjadi lagu paling populer urutan pertama lagu india.
lagu tersebut menjadi sountrack film bollywood berjudul Woh Lamhe. memang tidak bisa dipungkiri kalau lagu india banyak dijiplak oleh indonesia 
entah siapa yang menjiplak atau yang dijiplak, namun masalah ini sudah diselesaikan oleh pihak peterpan secara kekeluargaan.

   Silahkan klik video di bawah ini untuk melihat video "tak bisahkah " dari peterpan


dan silahkan juga nikmati lagu Kya Mujhe Pyaar Hain :


5. Rudolf Supratman (Indonesia Raya)


Lagu kebangsaan kita pun pernah menimbulkan kontroversi karena dianggap sebagai lagu jiplakan. Tudingan ini pertama kali dimunculkan oleh seorang budayawan Remy Silado melalui tulisannya di surat kabar harian Kompas tahun 2006. Ia menyebutkan lagu Indonesia Raya adalah jiplakan dari lagu tahun 1600an yang berjudul Lekka Lekka Pinda Pinda. Namun tuduhan tersebut dibantah oleh pengamat musik Kaye A. Solapung. Menurutnya, tuduhan tersebut pernah muncul pada tahun 50an oleh Amir Pasaribu yang menilai lagu ini mirip dengan lagu Boola Boola dari Amerika Serikat. Namun, setelah dilakukan penelitian, kesimpulannya Indonesia Raya adalah asli karya anak bangsa Indonesia W.R. Supratman.
Tidak hanya itu, pada tahun 2007 kontroversi yang terkait lagu Indonesia Raya ini muncul lagi. Pakar telematika Roy Suryo menemukan bahwa lagu Indonesia Raya yang selama ini kita kenal bukan versi asli ciptaan W.R. Supratman. Menurutnya, versi lagu asli ini direkam ulang oleh Jepang pada tahun 1944 atas alasan-alasan situasi dan kondisi saat itu. Ia pun menambahkan bahwa piringan hitam lagu asli Indonesia Raya diproduksi Singapura pada tahun 1929, tetapi tidak dibenarkan masuk ke Indonesia oleh pemerintah hindia Belanda karena memuat kata-kata “merdeka”.
Menurut Muhammad TWH, rekaman lagu Indonesia Raya yang diproduksi pada zaman Jepang merupakan lagu Indonesia Raya versi Jepang, sementara lagu Indonesia Raya yang asli secara lengkap dapat dibaca dalam buku Tragedi Kehidupan Seorang Komponis karya Subagio IN. Ketika lagu itu diperdengarkan di depan Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928 di Gedung Kramat Raya No 106 Jakarta masih digunakan kata-kata “Indones, Indones, mulia tanahku negeriku yang kucinta”. Roy Suryo bersama Tim Air Putih menemukan lagu Indonesia Raya versi asli ciptaan W.R. Supratman di salah satu perpustakaan yang terletak di Leiden, Belanda.

Silahkan klik video di bawah ini untuk melihat video dan lirik lagu Indonesia Raya dalam versi lengkap.


 
 bandingkan dengan lagu Boola Boola dari Amerika Serikat.



(www.google.com/lagu kontroversial.html)
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar